Terus berfikir dan berfikir..
Apakah nama emosi ini?
Apakah perasaan ini?
Tak terelakan..
Aku tak tau harus bagaimana
Setiap pagi, aku menghabiskan sebagian dari waktuku, teremenung didepan kaca dan bertanya pada diriku sendiri.. "Siapakah sebenarnya aku?" terus menerus dan menjawab sendiri pertanyaan itu satu persatu. Bisa bilang, bengong itu adalah hobby. Tunggu.. hobby? seriously? hmm ya.. buatku, bengong adalah hobby. I'm spending most of my time.. to do this bengong thing.. bicara dan berargumen dengan diriku sendiri, menimbulkan suatu pertanyaan dan menjawabnya sendiri. Mungkin aku gila, mungkin.. Satu hal aneh yang tak pernah kutemukan jawaban ataupun solusinya. Aku bahkan tidak tau, apakah hal ini memiliki jawaban atau tidak, memiliki solusi atau tidak.
Aku masih hidup? hah.. ku pikir aku sudah mati karena rasa sakit kemarin. Rasa sakit yang tak ada obatnya, rasa sakit yang abadi adanya, rasa sakit yang bisa menjadi kekuatan baru.. atau malah menjadi awal dari sebuah kehancuran.
sakit hati
Apa tidak berlebihan?Kurasa tidak :)
Dikecewakan, dikhianati, ditinggalkan, dibuang, dihapus dari cerita yang dulunya dikarang oleh "kita".
Dimana rasa itu sekarang? dimana kau sekarang? mati? atau hilang ditelan rasa benci dan kehilangan yang aman sangat.
Kau mungkin telah terlahir kembali..
Dicerita baru yang dikarang oleh "kalian"
"Aku menyayangimu"
"Aku menyayangimu"
"Aku menyayangimu"
CUKUP!
Apa tidak bisa sekali saja semua ini tidak hancur semudah dulu?
Mengapa rasa ini terus mengejarku?
Mengapa aku harus terjebak lagi-lagi di zona ini untuk ke-tiga kalinya?
Aku lelah..
-p
Mungkin memang ini salahku, tapi ini semua juga tak terlepas dari sikapmu yang menghancurkan semuanya secara perlahan. Mengapa kepercayaan begitu sulit ditemukan sekarang? Semua itu BULLSHIT. Kau bilang,
"Percayalah padaku"
"Aku sudah berjanji padamu"
"Kau tenang saja, aku takkan pergi kemana-mana"
"Aku mengatakan apa adanya, mengapa kau tidak bisa percaya padaku sekali ini saja?"
Aku muak.. kuberikan segalanya, kepercayaan, kejujuran bahkan untuk hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk kau ketahui. Aku tau.. kita punya kehidupan pribadi masing-masing dan tidak perlu semuanya kita saling tau. Tapi kau juga yang bilang bahwa kita itu SATU, harusnya hal-hal pribadi ini tak ada artinya lagi untuk ditutupi masing-masing. Mengapa hal kecil seperti kebiasaan, hobby, dan isi hatimu tak bisa lagi kudengar darimu? Hal wajar bila kau mengingkari janji kecil.. kita ini hanyalah manusia biasa yang tak lepas dari dosa, at least.. be honest. Sulitkah? Beratkah? Untuk berkata jujur apa adanya saja?
Diparagraf ini akan aku akhiri semua. Kuhapus semua tentangmu dari hidupku, aku akan maju. Aku akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, supaya kelak.. aku bisa mendapatkan yang lebih baik lagi pula. Aku berterimakasih atas segala pengalaman dan pembelajaran yang kau berikan di masa-masa itu. Aku senang, aku bahagia. Aku bersyukur atas suka-duka yang kita pernah lewati bersama. Aku bahagia, melihatmu kini bersama seseorang yang bisa membuatmu terlihat lebih hidup. Aku pergi.. Aku pamit.. Selamat tinggal masa lalu, selamat tinggal..
Terlepas dari semua itu, aku tetaplah aku.
The cheer.. remained
The joy.. also.
The pain.. remained
The scar.. it will always be here,
forever.
-p
What is this?
Regret?
If I had a chance to go back and change everything, I wouldn't have changed a thing.
Ini bukan penyesalan, hanya kilas balik dari cerita lama. Selamanya, abadi, dan takkan pernah hilang. Pengalaman penuh makna, satu lagi cerita yang berakhir tidak bahagia namun membuka jalan menuju kebahagiaan yang baru.. di masa yang akan datang.
-p