I found it.
Peace.
Until I knew that..
Peaceful in this world didn't last long.
I need to face the reality
I can't always get what I want
But..
I always got what I needed.
Melihat masa lalu yang sudah usai, aku memang belajar banyak. Tak hanya menjadi pedoman untuk menjalani hari-hari, jam-jam, menit-menit, detik-detik berikutnya, tetapi juga sebagai "bayangan" akan apa saja yang dapat terjadi nanti. Apa yang aku alami belum tentu akan terjadi lagi nanti, tetapi.. bisa saja terjadi bukan? Aku bukan menghindar atau menutup diri dari kehidupan, tetapi aku hanya berusaha untuk tidak terjerembab ke lubang yang sama lagi.. lagi.. dan lagi. "Ah" aku dilanda kebingungan lagi, mengapa otak ini tidak bisa tutup mulut! Berhenti memberikan aku banyak pandangan, berhenti membuatku memandang semua orang di dunia ini sama. Berhenti membuatku membenci hidup, tidak bisakah otak ini memberiku setidaknya satu, dua, atau tiga pemikiran positif sehingga aku bisa mensyukuri hidup?!
Dahulu memang aku suka main-main, tetapi aku lelah! Aku juga lelah menjadi mainan, tetapi sekarang otakku memainkan diriku sendiri. Tolong diam.. aku mohon sebentar saja, agar aku bisa menikmati hidupku. Walau memang aku tau maksud otakku ini baik, tetapi bisakah sebentar saja hapus masa lalu itu? Aku suka bilang pada mereka yang bercerita dan berkeluh kesah padaku untuk "Lupakan masa lalu, yang lalu biarlah berlalu. Tataplah masa depan, seperti halnya mengemudi, kita harus bisa fokus memandang jalan ke depan.. TETAPI jangan lupa utuk melihat spion ke belakang" kadang karna terlalu fokus ke depan, kita melupakan apa yang pernah terjadi di masa lalu, sehingga kita meleset atau bahkan kembali salah arah seperti dulu. Kita juga tidak boleh terlalu fokus melihat ke belakang, karna bisa mengacaukan apa yang terjadi sekarang bahkan di masa mendatang. Tetapi mengapa begitu sulit buatku mengaplikasikan hal tersebut ke hidupku sendiri?
Berkali-kali aku memberikan kesempatan pada "mereka", "dunia", tetapi apa balasannya? Semua sama saja, hanya berbeda cara untuk menghancurkanku. Dihidup ini memang ada benar salah, dosa, jatuh bangun, apakah bisa bila aku berada dipertengahan saja? aku tidak mau ada diatas terus menerus, dan aku juga tidak mau ada dibawah terus menerus. Aku ingin ada dipertengahan saja, ibarat ombak tenang pantai yang tenang dan bergelombang kecil sesekali. Yang aku rasakan, aku terlalu lama berada diatas, dan efeknya.. saat berada dibawah, aku juga terlalu lama. Aku ingin pergi dan mengosongkan pikiranku sejenak tadinya, tetapi aku malah berakhir menulis semua keluh kesah ini dilembar ini.
BODOH
Dia mungkin saja membaca ini, dia mungkin saja sudah mencapai kalimat ini. Ah masa bodo.. aku tak peduli, anggap saja ini menjadi media untukku bicara dengannya. Aku berada dizona yang aku tau akan kemana arahnya. Aku berada dizona dimana aku tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku berada dititik dimana.. aku ingin berhenti. Aku tau kemungkinan apa yang akan terjadi. Move on? maybe.. but I'm not ready to experiencing the same pain. Aku sudah lelah percaya, jujur, bersandar pada orang lain yang nantinya akan pergi. Aku butuh sendiri, aku memantapkan niatku untuk sendiri sampai datanglah saat itu. Seseorang yang tak diduga-duga. Seseorang seperti ini lagi yang aku harap tidak pernah ada diduniaku lagi. Seseorang yang aku sangat tau akan membahagiakanku. Seseorang yang aku tau.. akan menyakitiku lagi pada akhirnya. Kenapa? Darimana aku bisa berfikir seperti itu? karena aku tau.. kita takkan bisa bersama selamanya. Aku hanyalah aku, yang penuh kecurigaan, selalu ingin tau, pesimis, egois, munafik, dan menyakiti orang-orang yang aku sayangi.
Dia hanya melihat mungkin.. 2%? 5%? buatlah 10%. Dia tidak tau apa-apa tentang "aku yang sebenarnya". Dia hanya.. menyukai? mengagumi? apapun itu namanya. Aku yang baru ia kenal. Aku tidak siap dikhianati atau dibuang LAGI karna kesalahanku sendiri atau bahkan karna aku yang sebenarnya. Sahabat. Ya, aku punya.. 2, 3 orang yang tau persis aku ini seperti apa. Sebenarnya masing-masing hanya mengetahui separuh dari diriku juga. Terbagi rata dari mulai kebaikkan dan kejelekkanku. Maksudku disini adalah, mereka yang orang luar terdekat denganku saja masih tidak tau semuanya.. kadang tidak tahan tetapi karna kami tidak terikat sesuatu yang begitu serius dan hanya sebatas sahabat yang tidak mudah berpisah, kami bertahan. Ini menurutku cukup sampai aku menemukan waktu atau orang yang tepat untuk menjadi "pendamping". Aku hanya tidak mau sakit lagi. Tapi otak ini terus-terusan membuatku kehilangan arah.. aku menyimpang dari tujuan. Aku ingin sendiri! Tolong berhenti..
I had my own goals
I want to live in peace
I want to get rid all of these feelings and thoughts
I want to be alone..
But why?
Why am I keep on losing ways?
When will I reached my ending?
My goals?
Please..
Just stop messing my own self.
Stop controlling me this way..
Me.
-p
Place to speak out my mind, feelings, thoughts, that can't be hold up alone. I may post something weird, abnormal, or any unacceptable things here, so I hope you all not "over" judging any of my post, don't like it? don't continue read it. -P Manusia yang tidak terlalu sempurna, tapi bersyukur atas keadaan dan kondisi saya setiap harinya. Berdoa dan mengucap syukur adalah kehidupan yang sebenarnya. Teruslah berdoa dan bersyukur. -D
Wednesday, March 2, 2016
Monday, February 29, 2016
What is this?
Termenung aku memandangi kaca setiap pagi.
Terus berfikir dan berfikir..
Apakah nama emosi ini?
Apakah perasaan ini?
Tak terelakan..
Aku tak tau harus bagaimana
Setiap pagi, aku menghabiskan sebagian dari waktuku, teremenung didepan kaca dan bertanya pada diriku sendiri.. "Siapakah sebenarnya aku?" terus menerus dan menjawab sendiri pertanyaan itu satu persatu. Bisa bilang, bengong itu adalah hobby. Tunggu.. hobby? seriously? hmm ya.. buatku, bengong adalah hobby. I'm spending most of my time.. to do this bengong thing.. bicara dan berargumen dengan diriku sendiri, menimbulkan suatu pertanyaan dan menjawabnya sendiri. Mungkin aku gila, mungkin.. Satu hal aneh yang tak pernah kutemukan jawaban ataupun solusinya. Aku bahkan tidak tau, apakah hal ini memiliki jawaban atau tidak, memiliki solusi atau tidak.
Aku masih hidup? hah.. ku pikir aku sudah mati karena rasa sakit kemarin. Rasa sakit yang tak ada obatnya, rasa sakit yang abadi adanya, rasa sakit yang bisa menjadi kekuatan baru.. atau malah menjadi awal dari sebuah kehancuran.
Kurasa tidak :)
Dikecewakan, dikhianati, ditinggalkan, dibuang, dihapus dari cerita yang dulunya dikarang oleh "kita".
Dimana rasa itu sekarang? dimana kau sekarang? mati? atau hilang ditelan rasa benci dan kehilangan yang aman sangat.
Kau mungkin telah terlahir kembali..
Dicerita baru yang dikarang oleh "kalian"
"Aku menyayangimu"
"Aku menyayangimu"
"Aku menyayangimu"
CUKUP!
Apa tidak bisa sekali saja semua ini tidak hancur semudah dulu?
Mengapa rasa ini terus mengejarku?
Mengapa aku harus terjebak lagi-lagi di zona ini untuk ke-tiga kalinya?
Aku lelah..
-p
Mungkin memang ini salahku, tapi ini semua juga tak terlepas dari sikapmu yang menghancurkan semuanya secara perlahan. Mengapa kepercayaan begitu sulit ditemukan sekarang? Semua itu BULLSHIT. Kau bilang,
"Percayalah padaku"
"Aku sudah berjanji padamu"
"Kau tenang saja, aku takkan pergi kemana-mana"
"Aku mengatakan apa adanya, mengapa kau tidak bisa percaya padaku sekali ini saja?"
Aku muak.. kuberikan segalanya, kepercayaan, kejujuran bahkan untuk hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk kau ketahui. Aku tau.. kita punya kehidupan pribadi masing-masing dan tidak perlu semuanya kita saling tau. Tapi kau juga yang bilang bahwa kita itu SATU, harusnya hal-hal pribadi ini tak ada artinya lagi untuk ditutupi masing-masing. Mengapa hal kecil seperti kebiasaan, hobby, dan isi hatimu tak bisa lagi kudengar darimu? Hal wajar bila kau mengingkari janji kecil.. kita ini hanyalah manusia biasa yang tak lepas dari dosa, at least.. be honest. Sulitkah? Beratkah? Untuk berkata jujur apa adanya saja?
Diparagraf ini akan aku akhiri semua. Kuhapus semua tentangmu dari hidupku, aku akan maju. Aku akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, supaya kelak.. aku bisa mendapatkan yang lebih baik lagi pula. Aku berterimakasih atas segala pengalaman dan pembelajaran yang kau berikan di masa-masa itu. Aku senang, aku bahagia. Aku bersyukur atas suka-duka yang kita pernah lewati bersama. Aku bahagia, melihatmu kini bersama seseorang yang bisa membuatmu terlihat lebih hidup. Aku pergi.. Aku pamit.. Selamat tinggal masa lalu, selamat tinggal..
Terlepas dari semua itu, aku tetaplah aku.
The cheer.. remained
The joy.. also.
The pain.. remained
The scar.. it will always be here,
forever.
-p
What is this?
Regret?
If I had a chance to go back and change everything, I wouldn't have changed a thing.
Ini bukan penyesalan, hanya kilas balik dari cerita lama. Selamanya, abadi, dan takkan pernah hilang. Pengalaman penuh makna, satu lagi cerita yang berakhir tidak bahagia namun membuka jalan menuju kebahagiaan yang baru.. di masa yang akan datang.
-p
Terus berfikir dan berfikir..
Apakah nama emosi ini?
Apakah perasaan ini?
Tak terelakan..
Aku tak tau harus bagaimana
Setiap pagi, aku menghabiskan sebagian dari waktuku, teremenung didepan kaca dan bertanya pada diriku sendiri.. "Siapakah sebenarnya aku?" terus menerus dan menjawab sendiri pertanyaan itu satu persatu. Bisa bilang, bengong itu adalah hobby. Tunggu.. hobby? seriously? hmm ya.. buatku, bengong adalah hobby. I'm spending most of my time.. to do this bengong thing.. bicara dan berargumen dengan diriku sendiri, menimbulkan suatu pertanyaan dan menjawabnya sendiri. Mungkin aku gila, mungkin.. Satu hal aneh yang tak pernah kutemukan jawaban ataupun solusinya. Aku bahkan tidak tau, apakah hal ini memiliki jawaban atau tidak, memiliki solusi atau tidak.
Aku masih hidup? hah.. ku pikir aku sudah mati karena rasa sakit kemarin. Rasa sakit yang tak ada obatnya, rasa sakit yang abadi adanya, rasa sakit yang bisa menjadi kekuatan baru.. atau malah menjadi awal dari sebuah kehancuran.
sakit hati
Apa tidak berlebihan?Kurasa tidak :)
Dikecewakan, dikhianati, ditinggalkan, dibuang, dihapus dari cerita yang dulunya dikarang oleh "kita".
Dimana rasa itu sekarang? dimana kau sekarang? mati? atau hilang ditelan rasa benci dan kehilangan yang aman sangat.
Kau mungkin telah terlahir kembali..
Dicerita baru yang dikarang oleh "kalian"
"Aku menyayangimu"
"Aku menyayangimu"
"Aku menyayangimu"
CUKUP!
Apa tidak bisa sekali saja semua ini tidak hancur semudah dulu?
Mengapa rasa ini terus mengejarku?
Mengapa aku harus terjebak lagi-lagi di zona ini untuk ke-tiga kalinya?
Aku lelah..
-p
Mungkin memang ini salahku, tapi ini semua juga tak terlepas dari sikapmu yang menghancurkan semuanya secara perlahan. Mengapa kepercayaan begitu sulit ditemukan sekarang? Semua itu BULLSHIT. Kau bilang,
"Percayalah padaku"
"Aku sudah berjanji padamu"
"Kau tenang saja, aku takkan pergi kemana-mana"
"Aku mengatakan apa adanya, mengapa kau tidak bisa percaya padaku sekali ini saja?"
Aku muak.. kuberikan segalanya, kepercayaan, kejujuran bahkan untuk hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk kau ketahui. Aku tau.. kita punya kehidupan pribadi masing-masing dan tidak perlu semuanya kita saling tau. Tapi kau juga yang bilang bahwa kita itu SATU, harusnya hal-hal pribadi ini tak ada artinya lagi untuk ditutupi masing-masing. Mengapa hal kecil seperti kebiasaan, hobby, dan isi hatimu tak bisa lagi kudengar darimu? Hal wajar bila kau mengingkari janji kecil.. kita ini hanyalah manusia biasa yang tak lepas dari dosa, at least.. be honest. Sulitkah? Beratkah? Untuk berkata jujur apa adanya saja?
Diparagraf ini akan aku akhiri semua. Kuhapus semua tentangmu dari hidupku, aku akan maju. Aku akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, supaya kelak.. aku bisa mendapatkan yang lebih baik lagi pula. Aku berterimakasih atas segala pengalaman dan pembelajaran yang kau berikan di masa-masa itu. Aku senang, aku bahagia. Aku bersyukur atas suka-duka yang kita pernah lewati bersama. Aku bahagia, melihatmu kini bersama seseorang yang bisa membuatmu terlihat lebih hidup. Aku pergi.. Aku pamit.. Selamat tinggal masa lalu, selamat tinggal..
Terlepas dari semua itu, aku tetaplah aku.
The cheer.. remained
The joy.. also.
The pain.. remained
The scar.. it will always be here,
forever.
-p
What is this?
Regret?
If I had a chance to go back and change everything, I wouldn't have changed a thing.
Ini bukan penyesalan, hanya kilas balik dari cerita lama. Selamanya, abadi, dan takkan pernah hilang. Pengalaman penuh makna, satu lagi cerita yang berakhir tidak bahagia namun membuka jalan menuju kebahagiaan yang baru.. di masa yang akan datang.
-p
Subscribe to:
Posts (Atom)