Sunday, June 28, 2015

Find Me, Me

I missed me

 I missed out 

Missed the meaning of "me" it self 

Can I reached you back? 

I don't even capable to see you again,"Me"


Sore ini memang menarik, memberikan sebuah inspirasi yang sebenarnya membuat ku teringat akan sesuatu.. Apa? apa yang hilang ini? Mengapa terasa sangat kosong? Mungkin saja ini hanya perasaan sesaat. Tapi tunggu! Ini terus menerus kurasakan, salah.. Ada yang tidak beres, bukan siapa siapa melainkan diriku sendiri. Sekarang semua terasa berbeda, aku bukan lagi aku, lalu siapa yang ku sebut aku? Mungkin orang yang sudah lama hilang dan ingin ditemukan lagi. Berarti selama ini siapakah aku? Aku, Saya, Gue, Me, Hm... Aku ingin kembali lagi, ke diriku lagi.

Keadaan merubah segalanya, disaat orang lain mengatakan sekarang ini mereka sedang mencari jati diri mereka.. Aku malah ingin kembali ke masa masa ku dulu. Penuh canda, tawa, tak ada penat dan pemikiran yang ngeliwet seperti sekarang ini. Terasa melegakan, menyenangkan, dan bisa menjadi orang yang yah... lebih baik mungkin. Tapi ada saat dimana aku yang dulu "tidak sebaik sekarang'. Tidak lebih baik dari sekarang? Dulu memang aku tidak seserius atau bahkan sebercanda sekarang. Aku menyadari sore ini, aku sadar bahwa aku hanya melihat semuanya sebelah mata saja, tidak mencari baik buruk semuanya dan tidak membandingkannya dengan baik. Aku ingin pola pikir ku yang sekarang, dan ingin sifatku yang dulu.

Apa bisa? sekarang ini, lambat laun aku merasakan bahwa aku sudah mulai bisa bersifat seperti dulu lagi, lebih menyenangkan dan santai. Tapi mengapa hanya sementara? Mengapa tak setiap saat? Ah.. aku takut malah kehilangan aku yang sekarang. Tadinya aku berharap untuk kembali lagi, sampai akhirnya aku berfikir ulang lagi.

"Apa yang aku harapkan hanyalah memperburuk keadaan, harusnya aku lebih bisa mensyukuri yang ku punya sekarang. Mungkin memang semua yang terjadi dulu dan sekarang memang di takdirkan untuk terjadi agar aku belajar, dan bisa menjadi pribadi yang malah lebih baik dari dulu dan sekarang, untuk masa depanku nanti." -p


Aku memang perlu merenung seperti ini setiap harinya, menyisihkan sebagian waktu untuk belajar dari diri sendiri, untuk diri ku sendiri. Menjadi diri sendiri cukup baik, tetapi menjadi pribadi yang bisa membanggakan dan membahagiakan diri sendiri dampaknya lebih baik lagi saat kita bisa berguna, dan membahagiakan orang lain dengan kebahagiaan kita. Aku teringat Mamahku dirumah, ah.. aku selalu rindu padanya, entah dia memberiku apa sampai aku sangat menyayanginya hahahaha... 


"Berusahalah menjadi yang terbaik dari yang terbaik, agar nantinya kita dapat menjadi baik untuk diri kita sendiri dan orang lain" -p



-p

Friday, June 26, 2015

Unsolved Heart

Pagi, ya memang pagi ini sama seperti biasa 
Semua terasa baik..  
Baik?
Tunggu.. Apa benar semuanya baik baik saja? 
Apa tidak ada yang bisa membuat hari ini buruk? 
Ah.. tidak.. semua baik, namun tidak sempurna. Itu saja.
Seperti ada yang kurang dan ada yang berlebih. 
Apa? 
Apa ini.. 
Tak bisa di ungkapkan dengan kata kata 
Tidak ingin dirasakan, tapi tak bisa di lupakan
Lari tak bisa, berdiam aku tak mampu
Mengapa harus seperti ini rasanya


Aku adalah seorang perempuan berusia 17 tahun, dulu aku pikir menjadi 17 tahun itu menyenangkan karena bisa menjadi pribadi menuju dewasa yang aku lihat selama ini punya banyak kesenangan tersendiri. Tapi ternyata, semua itu bukan hanya soal kesenangan belaka, namun juga menyangkut tanggung jawab, kebijaksanaan, kedisiplinan, kecerdasan, dan hal hal lain yang harus bisa di kuasai dan di mengerti demi kebaikan kehidupan di masa sekarang dan nanti.

Ya.. Aku hanyalah anak kecil yang masih tak tahu apa apa. Dunia mungkin tertawa, tetapi aku pun belajar.. ini semua bukan soal umur sebenanya, bahkan pengalaman pun bukan jadi tolak ukur. Ketepatan berfikir sejalan dengan realita menjadi satu cara tepat untuk menjalani hidup kini. Apa yang bisa aku rasakan harus sesuai dengan sekitar dan dunia tempat aku tinggal. Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri, benar adanya. Kita harus mengerti dan bisa menjadi pribadi yang kadang sebagian bukan diri kita atau bahkan 100% bukan diri kita lagi. Kita berusaha untuk menjadi sama atau setidaknya menarik bagi sekitar kita, atau kita akan memudar seiring berjalannya waktu.

Itu hanya ada dipikiranku saja. Hah.. terjebak di dalam dunia kita sendiri memang terkadang membingungkan dan kadang menyeramkan. Aku merasa dikuasai pikiranku sendiri, yang aku tau semua pemikiran itu direkayasa oleh diriku untuk diriku. Berarti aku bisa saja kan mengubah cara dan pola pikiran otakku ini? BISA! tapi tidak semudah itu. Beralih ke persoalan hati.. Hati, perasaan di kendalikan oleh otak pula, tapi semua itu bukan hanya otak belaka, karena perasaan.. bekerja secara misterius dan unpredictable..

Ada yang aneh, ada yang salah. Pagi ini seperti ada yang berbeda, kurang tapi tak ada yang hilang.. ah membingungkan saja. Aku kembali menatap layar handphone-ku dan membalas chat dari "dia". Aneh sekali rasanya.. mimpiku malam ini menakutkan buatku, membuatku menjadi tak tenang.. Aku mulai kembali menggila dengan mengingat apa saja yang terjadi dalam mimpi ku yang buruk itu. Andai bisa ku lupakan, ah masih terngiang sampai saat aku mengetik keluh kesahku di lembaran ini. Aku pernah merasakan kehilangan yang buatku dalam waktu se-singkat itu saja sudah cukup mendalam dan menyakitkan. Bukannya ingin membahas atau kembali ke masa lalu, tapi perjalanan yang sudah ku lewatkan itu dengan segala asam manisnya, menjadi pelajaran dan trauma tersendiri buatku.

Trauma.. yah, sebenarnya aku bukan tipe orang yang memiliki trauma, tapi tanpa aku sadari ternyata trauma itu ada dan nyata. Tanpa aku sadari aku sudah menjadi salah satu korban dari trauma.. Menjadi takut, dan sibuk sendiri memikirkan cara untuk menghindari rasa yang menakutkan itu "lagi". Tidak salah, namun juga tidak benar untuk menyamakan semuanya menjadi satu perbandingan yang sebanding. Tapi aku harus pasrah.. "let it flow aja" itu yang selalu aku katakan pada teman teman ku, kenapa sulit sekarang untuk aku sendiri lakukan? Aneh.. tapi ya bagaimana.

Aku kembali ke dunia dalam pikiran ku, hmmm.. aku tak bisa menjelaskannya lagi. Aku terdiam, berfikir sejenak dan setelah melampiaskan semuanya, aku kembali lagi ke kenyataan dan menyesali segala yang telah aku pikirkan tadi. Sekarang apa? Aku harus apa? Aku hanya bisa berdoa dan berharap semua akan baik baik saja, seperti yang aku rasakan tadi pagi. Walau sulit, tapi kadang memang lebih baik untuk tidak berfikir dan membiarkan semuanya berjalan dengan baik saja. Rencana-Nya indah adanya, dan itu semua pasti. Aku hanya akan menunggu, langkah seperti apa yang Ia sudah siapkan buatku.


-p