Wednesday, March 2, 2016

Keep on losing ways

I found it.
Peace.
Until I knew that..
Peaceful in this world didn't last long.
I need to face the reality
I can't always get what I want
But..
I always got what I needed.


Melihat masa lalu yang sudah usai, aku memang belajar banyak. Tak hanya menjadi pedoman untuk menjalani hari-hari, jam-jam, menit-menit, detik-detik berikutnya, tetapi juga sebagai "bayangan" akan apa saja yang dapat terjadi nanti. Apa yang aku alami belum tentu akan terjadi lagi nanti, tetapi.. bisa saja terjadi bukan? Aku bukan menghindar atau menutup diri dari kehidupan, tetapi aku hanya berusaha untuk tidak terjerembab ke lubang yang sama lagi.. lagi.. dan lagi. "Ah" aku dilanda kebingungan lagi, mengapa otak ini tidak bisa tutup mulut! Berhenti memberikan aku banyak pandangan, berhenti membuatku memandang semua orang di dunia ini sama. Berhenti membuatku membenci hidup, tidak bisakah otak ini memberiku setidaknya satu, dua, atau tiga pemikiran positif sehingga aku bisa mensyukuri hidup?!

Dahulu memang aku suka main-main, tetapi aku lelah! Aku juga lelah menjadi mainan, tetapi sekarang otakku memainkan diriku sendiri. Tolong diam.. aku mohon sebentar saja, agar aku bisa menikmati hidupku. Walau memang aku tau maksud otakku ini baik, tetapi bisakah sebentar saja hapus masa lalu itu? Aku suka bilang pada mereka yang bercerita dan berkeluh kesah padaku untuk "Lupakan masa lalu, yang lalu biarlah berlalu. Tataplah masa depan, seperti halnya mengemudi, kita harus bisa fokus memandang jalan ke depan.. TETAPI jangan lupa utuk melihat spion ke belakang" kadang karna terlalu fokus ke depan, kita melupakan apa yang pernah terjadi di masa lalu, sehingga kita meleset atau bahkan kembali salah arah seperti dulu. Kita juga tidak boleh terlalu fokus melihat ke belakang, karna bisa mengacaukan apa yang terjadi sekarang bahkan di masa mendatang. Tetapi mengapa begitu sulit buatku mengaplikasikan hal tersebut ke hidupku sendiri?

Berkali-kali aku memberikan kesempatan pada "mereka", "dunia", tetapi apa balasannya? Semua sama saja, hanya berbeda cara untuk menghancurkanku. Dihidup ini memang ada benar salah, dosa, jatuh bangun, apakah bisa bila aku berada dipertengahan saja? aku tidak mau ada diatas terus menerus, dan aku juga tidak mau ada dibawah terus menerus. Aku ingin ada dipertengahan saja, ibarat ombak tenang pantai yang tenang dan bergelombang kecil sesekali. Yang aku rasakan, aku terlalu lama berada diatas, dan efeknya.. saat berada dibawah, aku juga terlalu lama. Aku ingin pergi dan mengosongkan pikiranku sejenak tadinya, tetapi aku malah berakhir menulis semua keluh kesah ini dilembar ini. 

BODOH

Dia mungkin saja membaca ini, dia mungkin saja sudah mencapai kalimat ini. Ah masa bodo.. aku tak peduli, anggap saja ini menjadi media untukku bicara dengannya. Aku berada dizona yang aku tau akan kemana arahnya. Aku berada dizona dimana aku tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku berada dititik dimana.. aku ingin berhenti. Aku tau kemungkinan apa yang akan terjadi. Move on? maybe.. but I'm not ready to experiencing the same pain. Aku sudah lelah percaya, jujur, bersandar pada orang lain yang nantinya akan pergi. Aku butuh sendiri, aku memantapkan niatku untuk sendiri sampai datanglah saat itu. Seseorang yang tak diduga-duga. Seseorang seperti ini lagi yang aku harap tidak pernah ada diduniaku lagi. Seseorang yang aku sangat tau akan membahagiakanku. Seseorang yang aku tau.. akan menyakitiku lagi pada akhirnya. Kenapa? Darimana aku bisa berfikir seperti itu? karena aku tau.. kita takkan bisa bersama selamanya. Aku hanyalah aku, yang penuh kecurigaan, selalu ingin tau, pesimis, egois, munafik, dan menyakiti orang-orang yang aku sayangi. 

Dia hanya melihat mungkin.. 2%? 5%? buatlah 10%. Dia tidak tau apa-apa tentang "aku yang sebenarnya". Dia hanya.. menyukai? mengagumi? apapun itu namanya. Aku yang baru ia kenal. Aku tidak siap dikhianati atau dibuang LAGI karna kesalahanku sendiri atau bahkan karna aku yang sebenarnya. Sahabat. Ya, aku punya.. 2, 3 orang yang tau persis aku ini seperti apa. Sebenarnya masing-masing hanya mengetahui separuh dari diriku juga. Terbagi rata dari mulai kebaikkan dan kejelekkanku. Maksudku disini adalah, mereka yang orang luar terdekat denganku saja masih tidak tau semuanya.. kadang tidak tahan tetapi karna kami tidak terikat sesuatu yang begitu serius dan hanya sebatas sahabat yang tidak mudah berpisah, kami bertahan. Ini menurutku cukup sampai aku menemukan waktu atau orang yang tepat untuk menjadi "pendamping". Aku hanya tidak mau sakit lagi. Tapi otak ini terus-terusan membuatku kehilangan arah.. aku menyimpang dari tujuan. Aku ingin sendiri! Tolong berhenti..


I had my own goals
I want to live in peace
I want to get rid all of these feelings and thoughts
I want to be alone..
But why?
Why am I keep on losing ways?
When will I reached my ending?
My goals?
Please..
Just stop messing my own self.
Stop controlling me this way..
Me. 


-p 

No comments:

Post a Comment